Bisnis di Tengah Pendemi Virus Corona yang Paling Sulit Bertahan

bisnis di tengah pandemi

Banyak yang mengira semua bisnis di tengah pandemi virus corona bakal mati.
Faktanya tidak demikian. Masih banyak usaha yang tetap bisa berkembang.

Bahkan perkembangannya jauh lebih baik.
Lihat saja bisnis makanan dan sayuran.

Di tengah pendemi seperti saat ini, yang orang perlukan adalah memenuhi kebutuhan primer, seperti makanan.
Selain itu, mereka juga sadar pentingnya kesehatan.

Makanya, mereka tidak asal memilih makanan tapi hanya makanan yang sehat saja yang mereka konsumsi.
Akan tetapi, tidak salah jika banyak bisnis di tengah pandemi yang akhirnya gulung tikar.
Memang ada beberapa usaha yang sulit sekali bertahan.

 

Bisnis yang Sulit Bertahan di Tengah Virus Corona

Lalu apa saja saja bisnis yang paling sulit bertahan di masa pandemi virus Covid-19
seperti saat ini:

1. Hotel

Bisnis yang pertama kali terkena dampak dari virus Covid-19 adalah perhotelan.
Bahkan, jauh sebelum diterapkannya PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar
di beberapa daerah zona merah, sudah banyak pegawai perhotelan yang dirumahkan.

Tentu bukan tanpa alasan.
Di tengah pandemi seperti saat ini,
orang tidak lagi memikirkan berwisata.

Dan dampaknya tentu saja hotel sepi.
Mau tidak mau, manajemen harus merumahkan pekerja mereka.

2. Restoran

Selain hotel, bisnis di tengah pandemi yang juga berdampak adalah restoran.
Banyak sekali restoran yang harus tutup.
Padahal, di bulan Ramadhan seperti saat ini,
restoran lah yang biasanya berbahagia.

Pasalnya, banyak sekali orang yang menggelar buka bersama.
Bahkan, terkadang restoran sudah kehabisan tempat duduk
lantaran sudah di booking sejak awal ramadhan.

3. Konstruksi

Selama pandemi seperti saat ini, beberapa barang-barang yang terkait dengan
konstruksi dijual lebih murah.

Contohnya saja besi dan juga semen. Mengapa?
Karena selama masa pandemi,
banyak kontraktor yang tidak lagi melanjutkan proses pembangunan.
Pasalnya, pendanaan macet.

4. Pariwisata

Tidak hanya hotel dan restoran saja yan terdampak di saat virus corona merebak.
Tempat-tempat wisata juga harus tutup.

Itulah beberapa bisnis di tengah pandemi yang sangat sulit bertahan.
Jika pandemi virus corona ini tidak segera berakhir, gelombang PHK tak akan semakin besar.

Hal yang Harus Segera Dilakukan Di Tengah Pandemi

Lalu, apa yang harus dilakukan?

Banyak pakar bisnis memberikan dua alternatif.
Yang pertama, pemilik bisnis harus melakukan pivot.
Ini adalah gerakan yang dilakukan untuk mengganti model bisnis.

Misalnya saja perhotelan bisa tetap mempekerjakan karyawan mereka.
Hanya saja, tamunya tidaklah turis melainkan para pegawai medis.

Pengelola hotel bisa bekerjasama dengan pemerintah.
Karena saat ini pemerintah juga mencoba memberikan tempat istirahat yang terbaik
untuk para ahli medis yang menangani virus covid-19.

Selain itu, hotel juga bisa dijadikan tempat isolasi orang-orang yang mudik dari zona merah.
Pihak hotel bisa bekerjasama dengan pemkab dan pemkot setempat.
Alternatif yang kedua adalah mengubah mindset.

Mereka yang terkena PHK harus mampu melihat peluang,
bukan peluang untuk mencari pekerjaan karena ini tidak mungkin.
Yang dimaksud peluang adalah peluang untuk membangun usaha sendiri.

Pemerintah menerbitkan kartu pra kerja untuk mereka yang terkena PHK.
Mereka bisa mencari pelatihan bisnis online.
Di saat negara-negara sibuk mengurus kesehatan,
mereka tidak lagi fokus mengurusi bisnis dan ekonomi.

Produk import pun berkurang. Produk lokal seharusnya berkuasa.
Maka dari itu, korban PHK bisa belajar bisnis online.

Bisnis online tidak hanya seputar jualan.
Ada juga forex trading, youtuber, blogging, dan lain sebagainya.

Bisnis di tengah pandemi virus corona memang sulit.
Tapi di dalam kesulitan tersebut, ada peluang.
Hanya orang jeli saja yang bisa melihat peluang tersebut.

Leave a Reply