Ketika Negara Melakukan Lockdown untuk Atasi Corona

lockdown untuk atasi corona

Ketika Negara Melakukan Lockdown untuk Atasi Corona

Sudah banyak sekali negara yang menerapkan kebijakan lockdown untuk atasi corona.
Akan tetapi, di Indonesia, kebijakan tersebut tidak diambil.

Setidaknya sampai sekarang, pemerintah masih menerapkan
cara penanganan penyebaran virus dengan cara social distancing.

 

Lalu, kenapa lockdown tidak diterapkan
padahal Cina dianggap sebagai negara yang berhasil
mengatasi virus corona dengan cara lockdown?

Ada banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan.
Salah satunya faktor buruk yang bisa terjadi.

 

Mengatasi Corona Dengan Lockdown Kemungkinan Buruk Yang Bisa Terjadi

Sebenarnya, cara yang paling mudah mencegah penyebaran adalah
dengan cara menerapkan lockdown.

Bayangkan saja ketika ada satu daerah yang terdapat kasus COVID-19 dengan jumlah yang banyak.
Agar virus tidak tersebar melalui orang lain yang bisa keluar dari daerah tersebut, maka daerah harus di lockdown.

Seperti halnya di Wuhan Cina.
Ini merupakan daerah pertama kali terkena virus Corona.

Daerah dilockdown lalu masyarakat yang terkana positif Corona ditangangi oleh medis.
Masyarakat yang mengalami gejala ringan langsung dirawat.
Virus dimatikan di daerah tersebut agar tidak masuk ke daerah lain.

Bagaimana dengan Indonesia?
Bisa dikatakan Jakarta adalah Wuhan-nya Indonesia.

Disinilah awal kota yang terjangkit virus Corona.
Tapi, kenapa tidak lockdown?

 

Salah satu alasannya adalah kerusuhan.
Banyak kalangan yang menilai jika Jakarta di lockdown,
maka ada potensi terjadinya kerusuhan.

Misalnya saja terjadi panic buying.
Harga kebutuhan naik.
Yang kaya akan banyak melakukan penimbunan.
Sementara yang miskin yang tidak punya cukup uang bisa melakukan penjarahan.

Belum lagi faktor kondisi sosial lainnya.
Lockdown artinya masyarakat tidak boleh keluar daerah.

Selain itu, mereka juga tidak boleh keluar dari rumah.
Semuanya harus berada di dalam rumah.

Apakah itu bisa dilakukan?
Untuk masyarakat yang disiplin, hal tersebut bisa dilakukan.

Contohnya sudah ada seperti di Wuhan.
Namun, banyak pakar sosial yang meragukan
hal tersebut bisa dilakukan di Indonesia, terutama di Jakarta.

Jadi, kenapa belum ada lockdown untuk atasi corona?
Alasannya sudah jelas, bukan?

 

Apa Yang Dilakukan Ketika Ada Kebijakan Lockdown

Bukan tidak mungkin suatu saat nanti ada kebijakan lockdown.
Ketika kebijakan untuk melakukan social distancing tidak digubris masyarakat
dan penyebaran tetap terus terjadi, maka lockdown bisa saja dilakukan.

Namun, sepertinya bukan hanya Jakarta saja yang akan melakukan lockdown.
Kota-kota yang sudah ada kasus positif Corona juga harus melakukan hal yang sama.

Lalu, apa yang harus dilakukan?

 

1. Memastikan Pangan Siap

Pemerintah harus memastikan cadangan pangan di daerah yang menerapkan
lockdown harus siap. Setidaknya cadangan cukup selama dilakukan lockdown.

 

2. Aparat Bekerja Mengamankan Area Vital

Polisi dan TNI harus terjun di jalan dan mengamankan area vital,
seperti supermarket, apotek, rumah sakit, pom bensin,
dan tempat-tempat yang tetap harus buka selama lockdown.

 

3. Represif

Masyarakat tidak hanya harus diimbau tapi dipaksa.
Aparat harus menindak tegas siapa saja yang masih keluyuran di saat lockdown.

Yang boleh keluar hanyalah tenaga medis dan aparat yang bertugas.
Ada beberapa pekerja yang bekerja di area vital yang boleh keluar rumah.

 

4. Jadwal Keluar Rumah

Masyarakat perlu makanan.
Oleh sebab itu, daerah yang menerapkan lockdown untuk mengatasi corona
harus menentukan jam berapa saja orang boleh keluar untuk belanja kebutuhan makan setiap hari.

Dan itupun harus aturan khusus,
seperti jaga jarak antara satu orang dengan yang lainnya.

 

Memang Berat.
Tapi, jika diperlukan kebijakan lockdown untuk atasi corona bisa saja diambil oleh pemerintah.

Semoga saja tidak.
Lakukan social distancing dengan baik.

Mulailah melakukan kegiatan di rumah.
Itu harus dilakukan jika Anda tidak ingin daerah Anda diterapkan lockdown.

Leave a Reply