Tidak Semua Masker Kain Bisa Cegah Terinfeksi Virus Corona

Masker Kain

Tidak Semua Masker Kain Bisa Cegah Terinfeksi Virus Corona

Masker kain dapat dijadikan alat pembantu untuk menghentikan penyebaran
dimana sipembawa atau yang terinfeksi tidak akan menyebarkan droplet.

Di saat wabah pandemi seperti saat ini,
setiap orang dianjurkan untuk menggunakan masker medis atau setidaknya masker kain.

Ini dianggap sebagai salah satu cara yang tepat
untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19.

Sebelumnya, yang dianjurkan untuk memakai masker itu adalah orang yang sakit.
Masker tersebut harus dipakai agar ketika seseorang batuk
maka droplet tidak berada di udara melainkan menempel di masker.

Jadi setidaknya kita bisa tidak menularkan virus corona jika kita ada terinfeksi,
karena saat bersin atau batuk droplet akan tertahan pada masker yang kita pakai.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu,
ternyata banyak kasus ditemukan bahwa orang yang sehat tertular Covid-19
karena tidak memakai masker.

Ini diakibatkan ada orang yang menjadi carrier,
yaitu orang tanpa gejala yang hanya menularkan virus ke orang lain saja.

Itulah yang menjadi alasan mengapa setiap orang sekarang ini
diminta untuk memakai masker.
Namun, apakah semua kain bisa digunakan sebagai masker?

Bahan Kain Terbaik untuk Masker

Harus dipahami bahwa tidak semua bahan kain bisa dipakai untuk masker.
Lalu, kain apa yang bisa digunakan untuk membuat masker?

Sebenarnya, semakin tebal kain maka itu semakin baik.
Karena pada dasarnya masker itu dipakai agar jika virus corona di udara
maka virus tersebut tidak masuk menembus kain.
Itulah mengapa semakin tebal masker kain Anda gunakan, itu semakin bagus.

Namun, bagaimanapun juga kenyamanan juga harus diperhatikan.
Saat memakai masker,
Anda juga harus bisa bernafas dengan mudah.

Dalam hal ini, kain yang sering digunakan untuk membuat sarung bantal
itu sudah cukup bagus untuk masker.

Kain katun tersebut mampu menangkal bakteri sebesar 65%.
Prosentase ini didapatkan setelah adanya uji lab.

Pori-pori kain katun yang sering digunakan untuk membuat sarung bantal sangat kecil.
Namun, pada saat yang sama,
kain tersebut tetap membuat pengguna masker bisa bernafas dengan mudah.

Cara Tes Masker yang Bisa Cegah Terinfeksi Covid -19

Banyak orang yang tidak mengecek ketika membeli masker.
Mungkin Anda juga seperti itu.

Anda tidak mencari tahu kain apa yang digunakan
dan apakah masker tersebut bagus untuk dipakai
di tengah wabah virus corona seperti saat ini.

Sebaiknya Anda lakukan tes terlebih dahulu
sebelum akhirnya memakai masker berbahan kain yang Anda beli.

Bagaimana cara pengetesannya?

1. Tes Masker Kain dengan Menggunakan Api

Anda bisa melakukan tes masker dengan cara memakainya lalu meniup api.
Jika Anda mampu mematikan api yang Anda tiup dengan menggunakan memakai masker,
jangan pakai masker tersebut.

Masker yang mampu menangkal masuknya virus Corona itu
masker yang jika digunakan maka api yang ditiup tidak akan mati.

Ini menunjukkan pori-pori kain rapat
sehingga udara yang Anda hembuskan saja tidak mampu mematikan api.

2. Tes Masker dengan Cara Menerawang ke Sinar Matahari

Cara yang kedua adalah dengan menerawang masker pada sinar matahari.
Jika masih ada cahaya yang keluar, maka masker tersebut tidak layak Anda pakai.

3. Tes Kainnya dengan Semprotan Air

Apakah Anda punya semprotan air atau semprotan pewangi pakaian?
Gunakan semprotan tersebut.  Semprotkan pada kain.
Jika air tidak tembus, Anda tidak salah pilih masker.

 

Yang paling efektif untuk mencegah penularan covid adalah dengan memakai masker bedah.

Masker ini mampu menyaring partikel hingga 65%.
Virus yang ukurannya 1 mikron pun tidak bisa menembus masker bedah ini.

Sayangnya, masker bedah ini sangat langka.
Harganya pun menggila.

Untuk itu, pemerintah melarang masyarakat umum memakai masker medis.
Masker medis hanya boleh dipakai ahli medis.
Sementara itu, masker kain harus dipakai masyarakat umum.

Leave a Reply