Trik Cantik Pemerintah Mengatasi Kelangkaan APD

kelangkaan APD

Trik Cantik Pemerintah Mengatasi Kelangkaan APD

Kelangkaan APD harus dapat diatasi dengan secepatnya.
Ada banyak sekali kritikan yang dialamatkan pada pemerintah
ketika menangani pandemi virus Covid-19 ini.

Yang paling santer terdengar adalah mengenai kelangkaan APD
atau Alat Pelindung Diri untuk para tenaga medis.

Apa yang menjadi penyebabnya?
Faktor penyebabnya sangat banyak.

Dari segi kebutuhan,
memang tenaga medis membutuhkan alat pelindung diri tersebut.

Dan jumlahnya sangat banyak
sesuai dengan jumlah pasien Covid-19 yang ditangani.

Di sisi lain, ada juga mafia yang bermain.
Ini memang masih dalam dugaan tapi bukan tidak mungkin ini terjadi.

Karena sudah tercium ada beberapa oknum yang menimbun APD.
Hingga akhirnya ketika ada kelangkaan, alat tersebut bisa dijual dengan harga tinggi.
Dan ini ternyata terjadi.

APD yang Dibutuhkan untuk Menangani Pasien Covid-19

Para dokter mengeluhkan dua hal.
Yang pertama, kelangkaan APD.
Dan yang kedua, harganya yang terlewat mahal.

Padahal, alat-alat tersebut harus digunakan
agar para tenaga medis tidak tertular virus corona.

Apa saja jenis APD yang dibutuhkan tenaga medis
saat menangani pasien positif Covid-19?

1. Safety Helmet

Yang pertama adalah safety helmet.

Ini helm yang memiliki kaca transparan besar dan panjang di bagian depan.

Kegunaannya agar ketika menangani pasien positif corona,
virus tidak masuk ke mulut, hidung, mata, atau telinga tenaga medis

jika ternyata pasien mengeluarkan droplet.

2. Kaca Mata Goggles

Khusus untuk mata, tenaga medis harus menggunakan kaca mata goggles.
Jadi, selain kaca yang ada di safety helmet,
para tenaga medis juga menggunakan kaca mata goggle untuk tambahan keamanan.

3. Sarung Tangan

Virus paling mudah menempel pada telapak tangan.
Dan jika ahli medis tidak memakai sarung tangan,
bisa saja virus menempel pada tangan dan akhirnya masuk ke dalam tubuh.

4. Sepatu

Sepatu juga tak kalah penting mengingat
virus bisa saja berada di lantai ruangan di mana pasien dirawat.

5. Masker

Untuk ahli medis, mereka wajib memakai masker bedah.
Ini masker yang warnanya hijau.

Bahkan, jika mereka sering bersinggungan dengan pasien Covid-19,
mereka harus menggunakan masker N 95.

6. Pelindung Badan

Ini yang paling banyak mendapatkan perhatian masyarakat.
Padahal, APD itu tidak hanya berupa baju
tapi juga sarungan tangan, masker, dan lain sebagainya.

Baju APD harus dibuat dengan bahan yang sesuai dengan standard WHO
(World Health Organization).

Jadi, APD ini bukan perlengkapan biasa.

Karena permintaan di seluruh dunia meningkat,
alat pelindung diri ini semakin langka.

Mengatasi Kelangkaan APD di Indonesia

Apa yang dilakukan pemerintah ketika kelangkaan APD ini terjadi ?

Langkah yang pertama adalah dengan membeli ADP dalam jumlah yang banyak dari luar negeri.
Ini yang dilakukan untuk mengatasi pasien Covid-19 yang mulai berjatuhan.

Selanjutnya,  pemerintah melarang masyarakat biasa memakai masker bedah,
apalagi masker N95.

Karena masker tersebut merupakan APD untuk medis,
bukan untuk orang non medis.

Lalu, muncul masalah baru, yaitu harga alat pelindung diri yang begitu mahal.
Ini disiasati dengan cara memproduksi sendiri.

Pemerintah meminta perusahaan tekstil untuk memproduksi APD dalam jumlah yang banyak.
Lalu, manajemen penggunaannya diatur.

Ekspor harus dibatasi sehingga kebutuhan dalam negeri terpenuhi terlebih dahulu.
Semua itu dilakukan untuk menghindari kelangkaan APD dan
para medis bisa fokus mengatasi pandemi virus Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah tidak ingin seperti negara lain
yang tidak hanya menghadapi masalah kesehatan tapi juga ekonomi.

Dengan mengandalkan sumber daya sendiri dengan cara membuat APD sendiri,
Indonesia bisa lebih siap mengatasi pandemi virus Corona daripada negara lain.

Leave a Reply